Ternyata ESQ Ary Ginanjar Agustian Tidak Sesat

Ary Ginanjar Agustian Sesat075

Menjawab Tuduhan Ary Ginanjar Agustian ESQ Sesat

Ary Ginanjar Agustian Sesat075

Telah tidak sedikit yang melontarkan tudingan dalam beberapa waktu terakhir tentang suatu kegaduhan merebak, terutama di dunia maya, terkait fatwa sesat ESQ oleh salah seorang mufti di Malaysia. Aneka berita dan komentar hilir mudik masuk ke e-mail aku. Mayoritas isinya mencerca, mencerca ESQ dengan kata dan kalimat yang –meminjam tagline Tempo—tidak enak dibaca dan tak perlu.

Jujur, membaca aneka berita tersebut membuat saya mixed feeling: murung, geram, kecewa, kadang juga menggelikan. Saya tak akan berpanjang kalam menulis prolog ini. Ada baiknya anda menyimak deretan catatan kritis aku berikut ini:

1. Fatwa sesat ESQ dikeluarkan oleh satu orang mufti dari tiga belas mufti yang ada di Malaysia. Menariknya, Sang Mufti yang menyesatkan ESQ tersebut tidak menghadiri pertemuan antara Ary Ginanjar dan 13 mufti lainnya pada Juni 2010 dan belum ikut training ESQ.
Ada 3 pertanyaan krusial disini:
1) Kenapa ia yang tak hadir, namun lalu berani menyatakan ESQ sesat?
2) Kenapa ia yang belum pernah ikut training ESQ, berani menyatakan ESQ sesat?
3) Kenapa dari empat belas mufti, cuma satu yang menyatakan ESQ sesat?

2. Sejauh yang aku amati, kenapa orang-orang yang mengatakan ESQ sesat hanya itu-itu saja? Dan mohon maaf, kebanyakan mereka merupakan ulama yang identik dengan kelompok tertentu yang selama ini terkenal sungguh mudah memvonis orang atau kelompok lain. sementara itu, sama persis dengan di atas, situs-situs yang konsisten memuat pemberitaan ESQ sesat, sampai sekarang, juga yang itu-itu saja. Dan saya melihat, situs-situsnya, sangat mudah ditebak: berasal dari kelompok mana dan apa latar belakangnya.

3. Terkait dengan poin dua di atas, mengapa ulama-ulama yang selama ini menjadi mainstream umat Islam di Indonesia, tidak menyatakan bahwa ESQ sesat? Muhammadiyah dan NU kompak berujar: “ESQ tidak sesat.” Bahkan MUI, sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa pun menyatakan tak ada kesesatan ESQ.

4. Sejauh yang aku amati, merujuk pada sepuluh kriteria MUI tentang ajaran sesat (diantaranya adalah mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam; meyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dst), tak ada satupun yang dengan kuat bisa dijadikan landasan untuk menyatakan ESQ sesat (untuk hal ini saya akan buat tulisan tersendiri). ESQ malah menegakkan rukun Iman dan rukun Islam, membuat peserta-peserta mencintai Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan mukjizat Al Qur’an. Sebab memang tidak ada kriteria yang bisa menjerat ESQ, makanya, sejak dulu hingga kini. Selain tersebut tidak mungkin ESQ bisa mempunyai alumni hingga hampir 1 juta orang apabila mengajarkan kesesatan.

5. Beragam tulisan yang masuk ke e-mail aku dan beredar di dunia maya, telah tidak proporsional, adil, objektif. sangat dangkal analisanya, persoalan disederhanakan oleh tak logis dan sangat. Siapapun yang berpikiran waras, bersih dan pintar, tentunya bakal tertawa tergelak-gelak saat membaca kalimat semacam ini. sementara itu KH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, lantaran penuh dengan liberalisme dan pluralisme, yang menganggap semua agama merupakan betul. Pasalnya, sewaktu Ary Ginanjar Agustian mendirikan ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).

Janggal bin ajaib…kok bisa-bisanya seorang ulama menyimpulkan ESQ adalah JIL hanya karena mempunyai tanggal yang sama saat dibangun? Lalu apakah berarti semua organisasi yang dibangun di tahun 2000 bisa dihubungkan dengan JIL (Jaringan Islam Liberal)? Saya akan buat tulisan tersendiri tentang ini. Tunggu saja.

Masih banyak catatan kritis yang ingin saya buat. Tapi untuk sementara cukup disini dulu. Sebab merasa sedih dengan potret umat Islam sekarang, aku sungguh tak kuasa untuk melanjutkanya saat ini Ulama dan pemimpinnya begitu mudah menyesatkan kelompok lain, umat menjadi bingung.